Bentuk, Contoh dan Macam-Macam Warahan atau Wawaghahan (Cerita Lisan Lampung)

  • Whatsapp
teks warahan
teks warahan

Teks warahan (wawaghahan) artinya yaitu cerita berirama atau bisa juga diartikan sebagai sebagai suatu cerita yang pada dasarnya disampaikan secara lisan (melalui mulut). Umumnya teks warahan ini berisi cerita rakyat turun-temurun tentang para tokoh-tokoh yang mempunyai peran strategis di masa lampung, mempunyai beragam karakter baik itu sebagai peran antagonis (jahat) dan baik (protagonis).

Istilah wawaghahan dikenal di Lampung Barat (termasuk daerah Liwa dan sekitarnya), sering didengar oleh pembawa cerita (prosa) berirama, biasanya dibawakan oleh seorang nenek/kakek untuk para cucu laki-laki atau perempuan mereka dengan irama sedemikian rupa, menaik dan menurun, menimbulkan kesan perasaan tertentu serta berisi petuah/nasihat, nilai-nilai, serta norma yang bisa dipetik untuk kehidupan sehari-hari. Si pendengar cerita warahan ini akan merasa kagum, serta terhanyut oleh irama yang mengiringi cerita yang disampaikan itu.

Bacaan Lainnya

Adapun macam-macam/bentuk-bentuk warahan (wawaghahan) antara lain: hikayat, dongeng, mitos, epos, dan legenda.

Berikut ini akan dijelaskan bentuk-bentuk/ragam dari warahan beserta contohnya. Silakan dibaca sampai selesai ya agar semakin paham dengan warahan ini:

1. Hikayat

Hikayat adalah bentuk karya sastra lisan yang berisi kisah, cerita dan juga dongeng. Kisah Buay Selagai adalah cerita rakyat Lampung (warahan/wawaghahan) yang berbentuk hikayat, adapun kisah-kisah lainnya yang berbentuk hikayat, yaitu Kisah Si Raden dan si Batin, Si Luluk, Sekh Dapur, Sidang Belawan, dan Abdul Muluk Raja Hasbanan.

2. Dongeng

Dongen merupakan kisah-kisah yang biasanya berisi imajinasi dari pengarang sastra dan umumnya bersifat mendidik. Kisah Danau Ranau atau sebuah nama “Ranau” merupakan salah satu bentuk dongeng dalam cerita rakyat Lampung yang sangat populer pada masa lalu dan sekarang.

3. Mitos

Cerita Si Pahit Lidah adalah asalah jenis cerita rakyat Lampung yang berbentuk mitos. Mitos biasanya dihubungkan dengan cerita mengenai peristiwa gaib, kepercayaan masyarakat yang bersifat takhayul ataupun cerita mengenai kehidupan dewa-dewa.
Kisah seperti ini ada dalam cerita rakyat suku Lampung, yaitu kisah Sukhai Cambai, Cerita Anak dalom, dan Raksasa Dua Bersaudara.

4. Epos

Epos (cerita kepahlawanan) yaitu suatu alur cerita yang mengisahkan tentang kisah/riwayat kepahlawanan seseorang yang sifatnya membantu semua orang untuk terhindar dari penjajahan dan sejenisnya.

Kisah gerilya Radin Intan adalah contoh cerita rakyat Lampung (warahan) yang berbentuk epos. Epos diyakini memiliki dasar cerita yang bersifat realita (berdasarkan kenyataan yang pernah terjadi). Isinya menyangkut suatu peristiwa kepahlawanan yang benar-benar terjadi atau diyakini sebagai kebenaran yang pernah berlangsung di masa silam.
Epos yang terkenal dalam cerita rakyat Lampung adalah cerita kepahlawanan Radin Intan I dan Radin Intan II. Kisah ini diyakini nyata dan terdapat keturunan Radin Intan yang hidup sampai saat ini.

5. Legenda

Legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu kala yang berkaitan dengan peristiwa dan asal usul terjadinya suatu tempat/daerah. Di Lampung, ada banyak cerita lisan warahan berbentuk legenda seperti contohnya adalah Kisah Putri Petani yang Cerdik, Betung Sengawan, Incang-Incang Anak Kemang, Si Bungsu Tujuh Bersaudara, dan Berdirinya Keratuan Ratu Melinting dan Ratu Darah Putih.

6. Fabel

Fabel adalah cerita rakyat pada masa lampau yang menceritakan tentang nama dan kehidupan hewan-hewan serta kehidupan yang prilakunya menyerupai manusia. Di provinsi Lampung, cerita rakyat berbentuk warahan yang berbentuk fabel contohnya Dongeng Puyuh dan Kerbau dan Dongeng Merak dan Gagak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *